
Abstraksi
Dulu waktu SD aku pernah diceritakan salah satu teori evolusi manusia bahwa sebenarnya manusia itu berasal dari monyet. Respon yang terlintas pertama kali ya pasti masa manusia bisa disamakan dengan monyet ya mana mau. Tetapi setelah membaca buku ini ada beberapa hal yang aku pelajari, pertama bahwa Charles Darwin tidak pernah berkata bahwa manusia merupakan keturunan dari monyet, kedua mau terima atau tidak sebenarnya sikap kita dengan hewan lain itu ya sama sama saja. Bahkan pada beberapa penelitian kita menggunakan hewan untuk menentukan keteraturan dari manusia, dan yang terakhir adalah Homo sapien jika dibandingkan dengan spesies lainnya terbilang masih sangat sebentar dalam menempati bumi, tetapi dampak yang ditimbulkan jauh lebih besar dibandingkan dengan spesies lain tidak bisa dibandingkan.
Bukunya bener bener asik banget untuk dibaca, bahasanya benar benar luwes ngga kaya buku tulisan profesor padahal memang profesor penulisanya. Tetapi ada beberapa pihak yang mengkritik buku ini dikarenakan isi dari bukunya dinilai tidak sesuai dengan fakta sejarah yang ada terutama pada abad pertengahan. Tetapi terlepas dari kritik yang ada saya rasa masih dalam tahap yang wajar, buku ini ditujukan untuk orang umum ada beberapa hal yang perlu disederhanakan sehingga buku ini bisa diterima oleh banyak orang.
Siapakah nenek moyang manusia
Disclaimer: Saya akan menyebut spesies yang ditulis dengan sebutan Homo sapien, karena pada perkembangannya terdapat beberapa spesies yang berpotensi sebagai nenek moyang manusia. Seperti neanderthal, homo wajakensis, homo soloensis dan masih banyak lagi. Setelah penelitian yang panjang, Homo sapien memenangkan pertarungan dan menjadi nenek moyang manusia.
Balik lagi ketopik, apa sih isi dari buku ini. Seperti yang sudah disinggung diatas tadi kalau manusia itu sebenarnya makhluk yang baru ada dibumi dibandingkan dengan spesies lain. Tetapi ngga tau kenapa bisa sangat berpengaruh banget sampai dititik bisa nentuin arah kehidupan spesies lain yang tinggal dibumi. Padahal kalau dilihat dari segi fisik ya, manusia tuh ngga sekuat itu. Tangan kita ngga diciptakan untuk menghancurkan, rahang kita ngga sekuat buaya. Kaki kita ngga sekuat kuda yang lahir aja udah berdiri. Spesies lain dalam hitungan hari sudah bisa cari makan sendiri sedangkan kita butuh tahunan untuk dibesarkan oleh orang tua untuk hanya sekedar bisa berjalan. Agak ngga bisa dipakai secara logika gimana spesies yang lemah ini bisa menentukan spesies mana saja yang layak untuk hidup dibumi.
Menurut penulis ada empat faktor yang mempengaruhi kenapa kita bisa menjadi spesies yang bisa sangat adidaya. Yang pertama adalah tangan yang bebas, fleksibilitas bahasa, mampu bekerja sama dengan jumlah yang besar, dan yang terakhir adalah mampu untuk menciptakan cerita fiksi.
Tangan yang bebas
Jika kita kembali ke masa berburu, kira-kira pada masa sekitar 2,5 juta tahun yang lalu. Manusia itu kegiatannya cuma berburu, ngga harus setiap hari sebenarnya ada teori yang mengatakan bahwa Homo sapien pada saat itu hanya berburu sebanyak 4 hari sekali. Hewan buruan yang ditangkap bisa memberi makan kelompok kecil selama beberapa hari. Perlu diingat bahwa hewan hewan pada masa itu jauh berbeda dengan hewan yang ada saat ini. Dulu terdapat mammoth yang berukuran besar, saber toothed yang dia nganguk aja giginya sudah bisa untuk menyayat daging. Tapi Homo sapien bisa untuk mengalahkannya. Apa sih yang membedakan Homo sapien? apasih senjata Homo sapien?
Ternyata kemampuan Homo sapien untuk jalan dengan dua kaki memberikan keuntungan besar bagi spesies Homo sapien. Berjalan dengan dua kaki memberikan kebebasan ke dua buah tangan yang dimiliki untuk melakukan kegiatan lainnya selain berjalan. Pada spesies lain, tangan merupakan sebuah alat bantu untuk berjalan.
Dengan dua tangan yang bebas makan Homo sapien memiliki alat tambahan untuk mempersenjatai diri sendiri seperti menggunakan tombak, menggunakan tongkat, batu, dan tali. Dengan beragam kombinasi yang bervariasi Homo sapien dapat beradaptasi dengan berbagai spesies yang akan dijadikan sebagai mangsa. Dan it works dengan senjata yang bervariasi dan jumlah Homo sapien bisa menakhlukkan spesies lainnya.
Fleksibilitas bahasa
Spesies lain selain manusa yang bisa berkomunikasi itu sangat banyak. Beo bisa menirukan suara kita, bahkan dalam beberapa penelitian menyebutkan bahwa monyet madagaskar bisa berkomunikasi dengan kelompok mereka. Mereka mengeluarkan suara tertentu untuk memberitahu bahwa ada ancaman di arah bawah, dan monyet madagaskar akan mengeluarkan suara berbeda jika terdapat ancaman yang berada diatas mereka. Tetapi ada beberapa monyet yang nakal, mereka memberitahu kawanan mereka bahwa terdapat ancaman tepat berada dibawah mereka sehingga kawanan mereka akan berlarian meninggalkannya sendirian. Ternyata tidak jauh dari sana terdapat sumber makanan yang melimpah.
Homo sapien bukanlah satu satunya spesies yang berkomunikasi, yang membuat Homo sapien berbeda dengan spesies lainnya adalah fleksibilitas bahasa yang digunakan. Homo sapien bisa memberikan informasi dengan sangat kompleks. Misalnya diseberang sungai terdapat 3 harimau dengan dua jantan dan satu betina. Mereka tidur tepat dibawah sebuah pohon besar disamping sumber makanan. Dengan informasi tersebut kawanan Homo sapien bisa berkoordinasi untuk menyusun strategi penyerangan terbaik atau menghindari perburuan disekitar daerah tersebut.
Pada masa berburu homo sapein sudah bisa menghasilkan api, mereka hidup secara nomaden, ketika suatu daerah dirasa sudah tidak produktif lagi mereka akan membakar hutan baru untuk dijadikan tempat tinggal. Jika tempat itu sudah dirasa tidak produktif Homo sapien akan membakar lahan lainnya. Siklus ini berlangsung terus menerus. Homo sapien mendapatkan makanan dari berburu, hasil buruan pada umumnya bisa bertahan selama tiga hingga empat hari. Anda bisa bayangkan bagaimana jika kawanan Homo sapienmenyembelih seekor kambing daging kambing akan habis dalam jangka waktu yang lama. Selama masa tunggu ini Homo sapien mengembangkan sebuah skill yang terdengar spele tetapi sangat berpengaruh dalam perkembangan spesies ini. Yaitu ngerumpi, ya anda tidak salah baca ternyata skill ngerumpi bisa sangat berpengaruh hingga bisa mengantarkan kita menjadi spesies yang sangat adidaya.
Revolusi kognitif
Selama masa tunggu sesi berburu selanjutnya Homo sapien akan ngerumpi. Mereka membahas banyak hal, dimulai dari keseharian mereka, siapakah penghianat dari kelompok lain yang dikirimkan untuk menghancurkan kelompok mereka, dan menyusun strategi yang lebih baik dalam memburu mamoth yang kabur beberapa tempo hari yang lalu. Dibandingkan dengan spesies lainnya kemampuan Homo sapien dalam berkomunikasi berada dalam dimensi yang berbeda. Begitu dalam dan kompleks yang pada dasarnya tidak diketahui secara pasti apa penyebab utama dari lonjakan kecerdasan ini. Lonjakan kecerdasan ini disebut juga dengan revolusi kognitif. Dari dicetuskannya teori evolusi manusia hingga saat ini. Tidak dapat dijelaskan secara pasti apakah penyebab utama dari lonjakan kecerdasan yang dialami oleh Homo sapien. Dengan kemampuan berkomunikasi yang kompleks ini memberikan sebuah pijakan yang kokoh untuk Homo sapien untuk membangun faktor selanjutnya.
Kemampuan bekerja sama dalam jumlah besar
Kerja sama merupakan faktor yang membuat Homo sapien berjaya di bumi ini. Tetapi jangan salah, kalau cuma kerja sama semut itu bekerja sama, rayap bekerja sama, dan lebah pun bekerja sama. Spesies lain bekerja sama dikarenakan itu merupakan takdir mereka sedangkan Homo sapien bekerja sama dikarenakan kehendak mereka sendiri. Kita bisa lihat contoh dari semut, dalam koloni semut terdapat beberapa job desc yang berbeda . Antara lain semut pekerja, semut penjaga, dan ratu semut. Untuk bisa menjadi seorang ratu semut anda harus terlahir menjadi ratu semut.
Seorang semut pekerja tidak dapat menjadi seorang ratu semut tidak perduli sekeras apapun dia bekerja dan sesering apa dia bermimpi menjadi ratu semut yang adil bagi koloni semut. Hal ini dikerenakan adanya batasan biologis yang tidak bisa dihindarkan. Ada genetik yang tidak bisa dirubah, prilaku ratu semut sudah diatur sedimikian rupa oleh DNA sehingga dia hanya bisa dibuahi dan bertelur. Semua yang terjadi sudah diatur secara lengkap dalam sebuah barisan DNA.
Homo sapien juga bekerja sama dengan cara yang berbeda, mereka tidak butuh DNA tertentu untuk berkoordinasi satu sama lain. Seorang pemimpin kelompok bisa digulingkan oleh anggota kelompok yang tidak suka dengan kinerjanya. Selain itu Homo sapien juga bisa membangun jaring jaring kerja sama dalam tingkatan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan spesies yang lain.
Sudah sering kita dengar bahwa ada beberapa kelompok sering pecah kongsi dikarenakan perbedaan pandangan. Masalah ini tidak hanya terjadi di masyarakat modern saja Homo sapien pun mengalami masalah yang sama. Jika kelompok yang terbentuk terlalu besar secara alami akan terbentuk sebuah gesekan yang mengharuskan terbentuknya kelompok yang lebih kecil. Lantas berapakah angka maksimal yang bisa dipertahankan oleh manusia untuk bisa saling bekerja sama?
Kapasitas maksimal manusia bekerja sama
Menurut teory dari Robin Dunbar, jumlah maksimal manusia yang bisa bekerja sama dan mempertahankan struktur sosial adalah 150. Dan jangan salah, teori ini bukan hanya berlaku di Homo sapien si manusia purba, teori ini juga berlaku ke manusia modern seperti kita. Dimana penerapan ini juga diterapkan di dunia militer dimana satu platoon maksimal terdiri dari 50 orang. Dalam sebuah divisi pemasaran bisa dipastikan orang yang ada tidak akan lebih dari 150 orang. Jika ada sebuah organisasi masyarakat terdiri dari ribuan orang jumlah tersebut akan dibagi menjadi beberapa bagian.
Jumlah anggota yang besar memiliki banyak kekurangan, diantaranya lambatnya persebaran informasi, melambatnya persebaran informasi menyebabkan lambatnya pengambilan keputusan. Organisasi akan goyah dikarenakan terlalu banyak gesekan antar anggota. Singkatnya sangat tidak mungkin bagi manusia untuk mempertahankan struktur sosial dengan jumlah yang terlampau besar. Lalu apakah ini merupakan batas dari kemampuan Homo sapien? Apakah Homo sapien hanya bisa bekerja sama dalam kelompok sebesar 150 saja? Jawabannya tidak, Homo sapien mengembangkan kemampuan selanjutnya. Kemampuan yang bisa menjadikan Homo sapien sebagai spesies yang mengatur bumi ini, mau hujan terjadi didaerah mana? mau spesies apa yang tetap hidup? Semua diatur dengan kemampuan ini.
Menciptakan dan percaya fiksi
Beberapa dari kita mungkin cukup beruntung ketika hendak tidur kita akan dibacakan sebuah dongeng pengantar tidur oleh orang tua kita, dongeng seperti timun mas, bawang merah – bawang puth, tiga babi kecil dan masih banyak lagi. Dengan dongeng sikap kita dibentuk secara halus, ditanamkan ke dalam alam bawah sadar secara perlahan – lahan. Kita diajarkan batasan moral mana yang baik mana yang buruk melalui dongeng pengantar tidur. Tentu saja lama kelamaan kita akan belajar bahwa berbohong merupakan kegiatan yang buruk, membantu sesama merupakan perbuatan yang baik. Semua prilaku kita dibentuk secara perlahan melalui baris baris kalimat yang disusun dalam sebuah cerita.
Fiksi yang ada disekitar kita
Legenda dan tradisi melekat sangat dalam masyarakat disekitar kita. Jangan melempar batu ke pohon itu nanti penunggunya marah, jangan makan didepan pintu nanti jodoh kamu tidak datang, kalau menyapu lantai harus bersih jika tidak nanti jodohnya akan brewokan dan masih banyak lagi. Jika kita bertanya ke orang yang menyuruh kita, jawabannya pasti akan seperti ini “ya ngga tau ya, simbah saya dari dulu mengatakan seperti itu udah nurut aja sama orang tua”.
Untuk generasi saya secara umum semua dongeng yang tidak memiliki bukti ilmiahnya merupakan omong kosong. Jujur saya muak dengan banyak hal – hal sebenarnya sederhana tetapi terpaksa dibuat rumit atas nama menghormati tradisi. Tetapi mau tidak mau saya harus mengakui bahwa dengan menciptakan fiksi dan mempercayainya menjadikan struktur sosial menjadi kokoh.
Dengan fiksi manusia dapat bekerja sama dengan jumlah yang tidak terduga banyaknya. Batasan yang dijelaskan Rubin Dunbar, yang berkata bahwa manusa hanya bisa bekerja sama sebanyak 150 seakan tidak ada artinya jika manusia mempercayai sebuah fiksi. Fiksi membantu manusia bekerja sama dalam jumlah yang melebihi batasan sosial yang kita miliki, jangankan 150, ribuan, ratusan, ribuan, jutaan, atau mungkin ratusan juta manusia dapat bekerja sama dengan syarat mempercayai sebuah fiksi yang sama. Karena pada dasarnya selama para Homo sapiens percaya dengan cerita fiksi yang sama, mereka akan patuh dengan hukum yang sama dan bisa bekerja sama dengan sangat efektif.
Fiksi yang tumbuh mengikat di keseharian kita
Ketika saya sebutkan fiksi mungkin yang berada dibenak pembaca merupakan sebuah adat adat merepotkan warisan orang tua. Tetapi jangan salah, fiksi begitu lekat dengan kehidupan kita hingga kita tidak sadar bahwa hidup kita ditopang oleh fiksi. Uang, sistem ekonomi, konsep perusahaan terbatas, bahkan negara ini merupakan fiksi yang dipercayai secara kolektif dipercayai oleh masyarakat.
Hanya manusia yang bisa bekerja sama secara kolektif dalam jumlah yang banyak atas dasar fiksi, seorang yang bekerja pada perusahaan start up bekerja mati matian untuk bisa menghidupkan usaha yang sedang dia rintis, apakah perusahaan ini ada? Secara fisik memang tidak ada tetapi manusa dapat bekerja sama agar perusahaan tersebut bisa tumbuh lebih besar.
Salah satu fiksi yang paling sukes dibuat oleh manusia adalah uang, coba anda lihat uang yang ada disaku anda. Sekarang coba anda jujur pada diri sendiri, apakah layak sebuah kertas yang diwarnai memiliki nilai seratus ribu rupiah misalnya? Lembaga keuangan sukses untuk meyakinkan kita agar mempercayai bahwa kertas tersebut bernilai sesuai dengan nominal yang dicetak. Semua manusia bekerja sama secara teratur untuk mencari uang, karena percaya bahwa uang merupakan hal yang berharga.
Kesimpulan dari buku ini sudah jelas ditulis oleh Yuval Noah Harari, alasan kenapa Homo sapien bisa begitu adidaya dibumi ini. Alasan kenapa kita bisa mengatur arah perkembangan spesies lain yang ada dibumi. Ternyata alasan terbesarnya adalah kita bisa bekerja sama secara kolektif dalam jumlah yang besar. Dengan kemampuan ini kita bisa menginjakkan kaki dibulan, menumbuhkan tanaman di gurun yang kering kerontang, membabat habis hutan hujan tropis, dan masih banyak lagi.
Baca juga: Working with data