Skip to content
Home » Blog » Teknik Visualisasi data

Teknik Visualisasi data

Apakah anda memiliki database yang belum bisa anda analisa? Seperti yang anda pahami bahwa dengan, menganalisa data yang kita miliki, kita bisa memaksimalkan potensi bisnis kita. Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga pengolahan data seperti data science maupun data analyst. Dan anda tidak perlu untuk menjadi seorang profesional untuk bisa mengolah data dengan baik.

Dengan mempelajari teknik dasar visualisasi data bisa membantu anda dalam mengekstrak informasi tanpa harus menjadi seorang profesional data science atau data analyst. Manfaat yang bisa anda dapatkan adalah bisa lebih mantap dalam eksekusi kebijakan dan berpotensi dalam meningkatkan pendapatan perusahaan anda.

Beberapa teknik visualisasi data bisa membantu anda dalam meningkatkan kemampuan anda dalam membaca data. Berikut merupakan beberapa teknik visualisasi data yang biasa digunakan oleh profesional dalam menyajikan data.

Apa itu visualisasi data

Data visualisasi adalah sebuah proses untuk mengubah data mentan menjadi sebuah tampilan grafik, yaitu bisa berupa diagram, grafik, histogram, word cloud yang bertujuan untuk menunjukan sebuah tren, menampakkan detail-detail kecil dan mengkomunikasikan sebuah dataset yang kompleks dengan efektif.

Ada banyak sekali teknik visualisasi data yang ada, tetapi saat ini saya akan membahas beberapa contoh yang biasa digunakan dalam visualisasi data.

Teknik visualisasi data

Ada berbagai macam diagram yang bisa digunakan dalam memvisualisasi data, semua bergantung pada kasusnya berikut beberapa grafiik yang biasa digunakan.

  • Bar Chart
  • Pie Chart
  • Histogram
  • Heat Map
  • Scatter Plot
  • Word Cloud
  • Correlation Matrices
  • Network Diagram
  • Choropleth Maps
  • Timeline

1. Bar Chart

Bar Chart merupakan teknik visualisasi yang sangat sering digunakan oleh orang orang. Pada sumbu grafik menunjukkan kategori yang sedang dibandingkan, sedangkan panjang grafik menunjukkan nilai dari kategori tersebut.

Salah satu kelemahan dari bar chart adalah jika memasukkan terlalu banyak kategori dan nilai maka visualisasi dapat tidak terlihat dengan jelas. Bar chart cocok disajikan untuk orang yang tidak terlalu perduli dengan detail informasi yang ada dan hanya ingin tahu garis besar dari informasinya saja.

2. Pie Chart

Pie chart juga menjadi salah satu teknik visualisasi data yang sering digunakan. Visualisasi ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan. Pie chart digunakan untuk menunjukkan porposi antar kategori atau bagian dari satu kategori dengan lainnya.

Seperti bar chart pie chart juga tidak bisa berfungsi dengan baik jika kategori yang dimasukkan terlalu banyak. Pie chart tidak cocok untuk menampilkan data yang terlampau kompleks.

3. Histogram

Tidak seperti bar chart, histogram membagi data menjadi beberapa interval tertentu atau periode waktu tertentu. Visualisasi ini berguna untuk mengetahui dimanakah konsentrasi data pada periode tertentu dan besarnya gap antara periode.

Histogram sangat baik digunakan untuk melihat perkembangan data dari waktu ke waktu. Misalnya anda memiliki supermarket dan anda ingin mengetahui di hari apakah supermarket anda ramai. Anda akan dengan mudah menemukannya jika menggunakan histogram.

4. Heat Map

Heat map merupakan teknik visualisasi data yang menunjukkan perbedaan variable melalui perbedaan warna. Jenis visualisasi ini sangat mudah dipahami oleh pembaca untuk memahami tren dari data tersebut. Selain itu legenda juga berpengaruh penting dalam mudahnya membaca visualisasi heat map.

Penerapan heat map salah satunya adalah dengan menggunakan heat map untuk visualisasi penjualan minuman pada sebuah cafe, dengan memberikan warna putih jika penjualan sedang banyak dan jika penjualan tidak banyak akan diberikan warna warna hitam

5. Scatter Plot

Teknik selanjutnya untuk visualisasi data adalah scatter plot. Scatter plot memvisualisasikan dua buah variable melalui sumbu vertikal dan horizontal dan data divisulaisasikan menggunakan titik titik. Teknik visualisasi ini berguna untuk menunjukkan hubungan antar dua buah variabel, scatter plot biasanya digunakan untuk mengetahui tren atau hubungan antar data.

Scatter plot cocok digunakan untuk dataset yang besar. Dikarenakan akan lebih mudah melihat sebuah tren jika data yang dimiliki banyak. Tambahan, semakin rapat data satu dengan lainnya semakin kuat hubungan teren mereka

6. Word Cloud

Word cloud atau tag cloud merupakan teknik visualisasi yang menunjukkan seberapa banyak kata yang keluar dalam sebuah dataset. Semakin banyak sebuah kata ada dalam sebuah dataset maka akan semakin besar visualisasinya.

Word cloud biasa digunakan perusahaan untuk mendapatkan pandangan dari customer terhadap prodak yang mereka jual. Misalnya perusahaan mengambil data dari review google dan kata kata yang sering diucapkan oleh pelanggan adalah “berkualitas”, “lama”, dan “murah”. Dari data ini perusahaan bisa memperbaiki pelayanan yang mereka miliki.

7. Correlation Matrix

Correlation Matrix merupakan sebuah tabel yang menunjukkan hubungan antara dua buah variable dan warna yang digunakan menunjukkan seberapa berpengaruh hubungan antar variable.

Dalam bisnis correlation matrix digunakan untuk melihat pengaruh dari dua buah variable, misalnya antara iklan dengan penjualan. dengan menggunakan teknik ini anda bisa menemukan pola terbaik misalnya jika iklan dilakukan sebanyak tiga kali seminggu jauh lebih baik dibandingkan dengan iklan lebih dari tiga kali dalam waktu seminggu.

8. Network Diagram

Network diagram merupakan teknik visualisasi yang menunjukkan hubungan antara data qualitative.Network diagram terdiri dari dua komposisi utama yaitu nodes dan links atau bisa juga disebut dengan edges. Nodes merupakan sebuah data yang terhubung dengan data lainnya yang dihubungkan menggunakan edges. Tujuan dari visualisasi ini adalah untuk menunjukkan hubungan antara nodes.

Penerapan network diagram sangat beragam, misalnya dalam sebuah perusahaan dapat digunakan untuk menunjukkan hubungan antara karyawan yang ada didalamnya.

9. Choropleth Maps

Teknik visualisasi selanjutnya adalah choropleth maps, choropleth maps menggunakan warna, shading, dan berbagi pola lainnya untuk menunjukkan pola tertentu pada peta yang ada. Teknik visualisasi ini menggunakan warna dari yang berwarna muda hingga pekat untuk menunjukkan kepadatan datanya.

Choropleth maps memungkinkan pembaca untuk melihat perbedaan variable antar daerah. Kekurangan dari teknik visualisasi ini adalah kita tidak bisa melihat angka pasti dari setiap warna, dikarenakan warna yang digunakan hanya menunjukkan rentang nilai. Tetapi anda juga bisa menambahkan keterangan pada setiap daerah.

10. Timeline

Teknik visualisasi yang terakhir adalah timeline, fungsi dari teknik visualisasi timeline adalah untuk menyajikan informasi, pristiwa, atau proses dalam sebuah urutan kronologis. Biasanya menggunakan skala linear untuk menunjukkan perkembangan suatu proses seiring berjalannya waktu.

Timeline memungkinkan anda untuk menyoroti pola-pola yang ada pada periode waktu tertentu. Walaupun teknik visualisasi timeline memiliki visualisasi yang sederhana anda bisa memperindahnya menggunakan berbagai warna dan menambahkan foto jika memang diperlukan.

Baca juga: Learning how to learn