
Saya menulis tulisan ini pada bulan November tahun 2025. Saya sering mendengar keluhan dari beberapa teman saya bagaimana susahnya mencari uang pada beberapa bulan kebelakang. Kemarin saya berbicara dengan rekan saya dia berkata sekarang sangat sulit mendapatkan penjulan yang stabil. Yang menarik saya kira fenomena ini hanya berlaku di pulau Jawa saja ternyata tidak. Rekan saya yang berada di Bali juga merasakan hal yang sama bagaimana sulitnya mendapatkan penjualan yang bagus seperti tahun sebelumnya.
Yang saya pelajari fenomena ini menjalar ke berbagai bidang. Rekan saya yang bekerja sebagai freelancer UI/UX degsiner mengatakan bahwa memang terjadi penurunan pedapatan pada tahun ini. Saya tidak tau kenapa penyebabnya, kemana uang mengalir, dan kapan hal ini akan berakhir. Satu hal yang pasti kebanyakan orang memang sedang sangat berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Hal ini mengakibatkan perputaran uang melambat. Jika anda seorang pebisnis dalam skala kecil ataupun besar mungkin beberapa hal yang saya paparkan akan membantu anda dalam menghadapi permasalahan ini.
Panduan menghadapi penurunan penjualan.
Saya akan berusaha membuat beberapa panduan untuk bisnis yang benar benar mendasar. Saya tidak akan menyarankan anda untuk membeli saham tertentu atau untuk menjual beberapa properti anda untuk diubah menjadi emas. Pada saat ekonomi melemas pergerakan kita menjadi terbatas, promo yang kita keluarkan kemungkinan tidak memberikan peningkatan penjualan yang berarti dalam beberapa bulan kedepan atau mungkin beberapa tahun kedepan. Pergerakan yang terbatas bukan berati tidak bisa bergerak. Berikut beberapa cara yang bisa anda lakukan dalam menghadapi kondisi ini.
Disaat penjualan menurun diakibatkan oleh penurunan daya beli masyarakat hal hal yang bersifat menaikkan pembelian secara instan dirasa tidak terlalu bijak. Hal ini dikarenakan ya daya beli masyarakat menurun mau dibuat diskon seperti apa iklan seperti apa kalau masyarakat ngga ada uang mau gimana lagi? Kenaikan penjualan mungkin akan ada tetapi efektifitas dari program yang anda jalankan akan menurun drastis jika dibandingkan dengan saat saat kondisi ekonomi sedang normal.
Hal yang saya sarankan pertama kali dilakukan untuk menyikapi hal ini adalah untuk berbenah secara internal, terkadang kita telalu sibuk dengan menjalankan bisnis sehingga kesalahan yang sering terjadi menjadi tidak terlihat. Apakah anda sudah merapikan cash usaha anda? apakah anda sudah melakukan pengecekan bahan sisa dari perusahaan anda? Saat saat seperti ini adalah saat yang tepat untuk melakukan hal itu.
Berikut merupakan beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan keuntungan lebih tanpa harus menjual prodak lebih banyak.
Pareto principle
Pareto principle adalah dalam setiap 80 persen hasil yang kita dapatkan berasal dari 20 persen usaha yang kita lakukan. Anda tidak salah baca 20 persen usaha menghasilkan 80 persen hasil. Hal ini bisa anda terapkan ke usaha anda. Coba untuk mencatat penjualan yang anda miliki prodak apa saja yang laku prodak apa saja yang tidak laku. Anda bisa memperbanyak prodak yang banyak disukai orang dan menguragi prodak yang tidak banyak disukai orang, dengan melakukan hal ini anda bisa mengurangi potensi prodak sisa dan bisa memaksimalkan keuntungan.
Anda bisa melihat pelanggan mana yang memberikan keuntungan paling banyak untuk usaha anda, anda bisa memberikan prioritas ke pelanggan tersebut misalnya anda memberikan keringanan pembayaran dibanding pelanggan lainnya.
Merapikan administrasi
Hal yang sangat mendasar tetapi banyak pelaku bisnis dari UMKM hingga perusahaan yang telah berdiri puluhan tahun sering lupa untuk melakukannya. Melakukan pengecekan apakah tagihan yang diterima sesuai dengan barang yang dikirimkan dan apakah uang yang didapat sesuai dengan yang ada dipencatatan memang terdengar membosankan. Tetapi saya sering mendengar ada beberapa perusahaan yang sudah berdiri puluhan tahun bisa hancur karena menyepelekan hal ini.
Saya selalu memiliki prinsip bahwa jika saya tidak jadi rugi satu juta maka, saya sudah untung satu juta. Dengan mengurangi potensi kebocoran anda bisa memperpanjang umur usaha yang sedang anda jalankan.
Ekspansi dengan modal seminimal mungkin
Jika anda ingin tetap agresif dalam menghadapi penurunan daya beli masyarakat. Saran saya sebaiknya anda usahakan untuk melakukan ekspansi dengan sumber daya yang sudah anda miliki tanpa harus menambah seorang salles atau melakukan iklan. Saat saat seperti ini adalah saat yang paling penting untuk mempelajari apa saja hal hal apa saja yang perlu dilakukan agar prodak anda bisa diterima dimasyarakat.
Coba cek salles anda yang turun ke lapangan hambatan apa saja yang terjadi dilapangan. Bagaimana prodak anda berada dipasaran, bagaimana posisi prodak anda dibandingkan dengan kompetitor, bagaimana kondisi pasar, coba dengarkan keluhan mereka cari apa yang anda bisa perbaiki. Lakukan perbaikan kecil dari prodak yang anda jual dan lihat apa yang akan terjadi.
Saya akan berikan contoh. Saya bekerja di bidang distribusi saat pertama datang pengiriman yang dilakukan hanya sebanyak tiga kali dalam satu minggu. Jika anda ingin meningkatkan penjualan hal apa yang anda lakukan? kebanyakan orang akan menambah seorang salles untuk meningkatkan penjualan. Tetapi saya mencoba melakukan pendekatan berbeda, saya ikut pengiriman saya lihat kondisi pasar ternyata pasar tutup pada pukul sebelas siang sedangkan armada saya berangkat pukul sebelas siang. Dari hal ini saja sudah terlihat bahwa banyak toko dipasar yang tidak bisa dicover karena keterlambatan pengiriman.
Untuk bisa memotong waktu satu jam saya perlu mengubah sistem administrasi sebelumnya yang masih menggunakan tangan menjadi berbasis komputer. Saya latih admin yang ada untuk bisa melakukan pembukuan menggunakan komputer dan waktu pengiriman berhasil dipotong satu jam. Yang awalnya pukul sebelas menjadi pukul sepuluh sudah berangkat. Yang menarik penjualan yang awalnya hanya tiga kali dalam satu minggu menjadi enam kali dalam seminggu.
Terkadang kita bisa meningkatkan penjualan tanpa harus menambah effort tambahan seperti melakukan iklan, promo atau menambah karyawan.
Lean Management
Lean management atau bisa disebut juga management yang ramping merupakan istilah yang biasa digunakan dalam organisasi yang mengacu pada dengan jumlah tim yang kecil bisa memberikan impact besar, dengan cara mengurangi pemborosan.
Didaerah saya ada dua buah perusahaan yang bekerja dibidang distribusi. Saya tidak bisa menyebutkan nama perusahaannya, tetapi mari kita sepakati nama perusahaan tersebut adalah perusahaan A dan perusahaan B. Perusahaan A adalah perusahaan distribusi yang sangat berambisi dalam mendominasi pasar mereka memiliki banyak armada yang bahkan bisa menjangkau warung warung diperkampungan. Bayangkan seberapa banyak keuntungan yang bisa mereka dapatkan. Selanjutnya adalah perusahaan B perusahaan ini hanya memegang delapan distributor kunci dalam satu wilayah. Anda tidak salah baca hanya delapan distributor yang mereka pegang.
Pada masa masa normal perusahaan A akan mendapatkan banyak keuntugan mengingat banyaknya toko yang bisa mereka pegang. Dan perusahaan B otomatis tidak bisa mendapatkan keuntungan sebanyak perusahaan A dikarenakan mereka hanya memegang delapan distributor saja. Tetapi ketika daya beli masyarakat menurun sperti saat ini semua berbalik. Perusahaan B masih bisa berjalan dengan normal sedangkan perusahaan A mereka harus melakukan banyak hal untuk menjaga target penjualan mereka, termasuk melakukan banyak PHK. Pada dasarnya semakin besar sebuah perusahaan semakin sulit untuk bergerak.
Dari hal ini kita bisa ambil pelajaran yang berharga bahwa kita harus seramping mungkin dalam menjalankan usaha. Jika dengan menjual ke delapan distributor saja prodak bisa terdistribusi dengan baik. Kenapa harus susah susah menambah karyawan? Kita cukup menetapkan harga level untuk reseller atau mitra biarkan mereka bekerja membantu kita dalam menyalurkan prodak kita ke masyarakat.
Kesimpulan
Pada dasarnya saat kondisi ekonomi sedang lesu seperti ini semua orang sedang sangat sangat berhati hati dalam mengeluarkan uang. Penurunan penjualan terjadi disemua sektor, tetap berhati hati dalam menghadapi situasi ini jangan terlalu bernafsu untuk meningkatkan penjualan. lakukan semua dengan perlahan.
Baca juga :Teknik Visualisasi data