
Beberapa bulan lalu saya mengalami kesulitan untuk fokus dengan pekerjaan yang saya lakukan. Saya mencoba untuk bertanya ke ChatGPT rekomendasi buku untuk menyelesaikan permasalahan saya, ada beberapa rekomendasi buku yang diberikan. Tetapi yang paling menarik adalah buku deep work karya dari Cal Newport. Pada kesempatan ini saya akan membagikan apa yang sudah saya pelajari dan semoga tulisan ini bisa menjadi reverensi anda jika ingin membeli bukunya atau menjadi jawaban jika anda memiliki permasalahan produktifitas seperti yang saya alami.
Artikel ini tidak akan mereview buku deep work, tetapi lebih fokus ke isi dari buku ini. Bagaimana ide utamanya, apakah ide bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari, dan apakah ada buku rujukan yang bisa dibaca untuk mendukung ide dari metode tersebut.
Deep work
Untuk bisa menajalankan metode ini terlebih dahulu kita perlu untuk mengetahui apa itu deep work. Saya akan mengutip pendapat dari Cal Newport bahwa ada dua macam pekerjaan yang ada didunia ini yang pertama adalah deep work dan yang kedua adalah shallow work.
- Deep work: Aktivitas profesional yang dilakukan pada keadaan konsentrasi bebas-gangguan, yang mendorong kemampuan kognitif Anda hingga batasnya. Upaya ini menciptakan nilai baru, meningkatkan kemahiran Anda, dan sulit ditiru.
- Shallow work: Tugas-tugas ringan bergaya logistik yang tidak menuntut kemampuan kognitif, sering dilakukan saat fokus terganggu. Upaya ini cenderung tidak menciptakan banyak nilai baru di dunia dan mudah ditiru.
Deep work merupakan kondisi dimana kita sangat fokus dengan pekerjaan yang sedang kita lakukan sehingga tercipta hasil kerja yang maksimal. Sedangkan shallow work merupakan pekerjaan santai yang tidak memerlukan fokus seperti membalas WhatsApp dan menandatangani beberapa dokumen yang sifatnya tidak terlalu penting.
Saya percaya bahwa tidak semua orang perlu melakukan metode ini dikarenakan tidak semua pekerjaan memerlukan metode ini. Tetapi jika anda ingin melakukan deep work untuk mendapatkan produktifitas yang lebih dibanding sebelumnya. Saya akan memberikan beberapa point yang sekiranya bisa anda terapkan.
Where is my bollingen tower
Bolligen merupakan nama dari sebuah desa di wilayah St. Gallen Swiss, dekat tepi utara danau Zurich ada sebuah menara yang ditinggali seorang psikiater bernama Carl Jung. Disana dia mengasingkan diri untuk bekerja secara fokus, Jung bangun pukul tujuh pagi, setelah sarapan ia menghabiskan dua jam untuk menulis tanpa interupsi di dalam kantor pribadinya. Sore setelah semua pekerjaan selesai ia melakukan meditasi atau berjalan-jalan di pedesaan sekitar. Tidak ada listrik didalam menara, sehingga ketika hari petang, cahaya hanya berasal dari lampu minyak. Jung berkata ” Kesunyian dan penyegaran yang kurasakan dimenara ini sangat kuat sejak awal.”
Pada tahun 1921 Jung menerbitkan Psychological Types. Setelah menerbitkan buku ini Jung terus menerbitkan artikel yang memperkuat buku yang dia buat. Jung selalu datang ke Bolligen tower ketika liburan. Bukan untuk beristirahat tetapi untuk mengasah ide yang dia miliki.
Metode yang digunakan oleh Jung bisa kita tiru mungkin tidak secara utuh, kita tidak harus membangun menara didekat danau untuk bisa melakukan pekerjaannya dengan sungguh sungguh. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika anda ingin membangun Bolligen tower seperti Carl Jung.
Tetapkan jadwal deep work
Hal yang paling mudah untuk melakukan deep work adalah dengan menetapkan jadwal melakukannya, misalnya pada saat bekerja dua jam awal melakukan pekerjaan administratif. Lalu diikuti dengan deep work, saat melakukan deep work hilangkan semua gangguan yang ada seperti matikan notifikasi, jauhkan handphone dari pandangan anda, jangan dengarkan musik yang menggangu fokus anda. Lakukan pekerjaan anda dengan fokus penuh. Lakukan kesalahan lalu perbaiki lakukan deep work selama tenggat waktu yang anda tetapkan.
Saya setiap hari hanya melakukan metode ini maksimal selama dua jam. Tetapi hasil yang saya dapatkan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dulu sebelum menggunakan metode ini, saya butuh waktu dua minggu untuk menyelesaikan blog. Tetapi sekarang hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk bisa menyelesaikan blog yang saya buat. Saran saya, jangan terlalu lama dalam menggunakan metode ini. Walaupun metode ini sangat efektif saya sering merasakan kecapean yang berlebihan jika terlalu banyak bekerja menggunakan metode ini.
Evaluasi teknologi yang kita gunakan
Jika boleh jujur screen time saya tiap hari adalah delapan jam, itu angka yang sangat besar dengan kata lain sepertiga hari saya digunakan untuk menatap smart phone. Setelah saya melakukan evaluasi. Ternyata saya tidak perlu selama memegang smart phone untuk tetap terhubung dengan teman-teman saya, dan mendapatkan informasi terbaru yang sedang terjadi. Terkadang teknologi terlalu memudahkan kita dalam melakukan apaun termasuk mengambil perhatian kita.
Melakukan perencanaan
Sebelum melakukan perencanaan, anda harus menentukan apa yang menjadi prioritas anda. Misalnya anda adalah seorang mahasiswa yang ingin segera menyelesaikan tugas akhir. Anda bisa menerepkan pada hari senin hingga selasa adalah untuk mengumpulkan reverensi tugas akhir yang mudah untuk dikerjakan, lalu pada hari rabu dan kamis anda bisa gunakan untuk melakukan pengecekan apakah banyak penelitian yang mendukung tugas akhir anda. Karena semakin banyak penelitian yang sudah melakukannya maka semakin mudah melakukan sitasi, pada hari kamis dan jumat anda bisa melakukan asistensi dengan dosen.
Anda bisa menggunakan google calendar untuk mengatur rencana pekerjaan yang akan anda lakukan. Saya secara pribadi pada hari minggu akan menyusun aktifitas apa saja yang akan saya lakukan pada satu minggu kedepan. Tentu kita tidak bisa seratus persen melakukan semua hal sesuai dengan apa yang kita rencanakan tetapi paling tidak kita tau apa yang harus dilakukan. Kegiatan mana yang layak mendapatkan perhatian kita.

Gambar diatas adalah contoh dari google calendar yang saya gunakan, bisa anda lihat bahwa saya tidak melakukan semua yang direncanakan secara sempurna. Dan itu tidak apa apa saya masih bisa memperbaikinya dikemudian hari. Ide dari melakukan perencanaan adalah kita dapat mengetahui apa yang menjadi prioritas kita. Sehingga kita tau kemana energi kita harus kita salurkan secara maksimal.
Buku penunjang
Ada sebuah buku yang menurut saya cocok untuk dibaca setelah membaca deep work. Buku yang saya maksud adalah buku learning how to learn karya Barbara Oakley. Buku ini berisi tentang bagaimana cara otak bekerja dan bagaimana cara mengembangkan otak dengan baik.
Pada dasarnya semua aktifitas kita membutuhkan otak untuk bisa dijalankan, semakin anda mengerti bagaimana cara otak belajar dan bagaimana cara otak bekerja. Maka anda akan semakin mengerti kegiatan mana saja yang membuat pekerjaan otak menjadi efektif. Misalnya otak akan menyerap semua hal yang kita pelajari ketika terbangun dan akan menyimpannya ketika kita tidur. Artinya bahwa kita membutuhkan istirahat untuk bisa bekerja secara optimal.
Pada learning how to learn Barbara mengenalkan konsep belajar dengan serius dalam jangka waktu tertentu, metode ini disebut dengan metode Pomodoro. Konsep ini sangat mirip dengan metode yang dikenalkan oleh Cal Newport. Dan banyak sekali hal hal yang ada dalam buku learning how to learn yang bisa menjadi suplemen tambahan untuk anda setelah mempelajari metode ini.
Terlepas dari semua itu, saya sangat merekomendasikan buku learning how to learn untuk dibaca oleh siapa saja. Dikarenakan isinya yang begitu aplikatif dan buku ini pada dasarnya bisa dibaca oleh siapapun. Tidak perduli usia berapa dan latar belakang apa.