
Beberapa hari lalu saya mendapatkan beberapa pertanyaan dari teman teman saya. Tentang bisnis apa yang cocok di buka ditengah kondisi ekonomi yang seperti ini. Ijinkan saya memaparkan kondisi perekonomian yang terjadi disekitar saya. Pertanggal 25 agustus 2026 sejak artikel ini ditulis, banyak keluhan yang saya dengarkan dari rekan rekan saya. Mereka mulai mengeluh kenapa kondisi penjualan menurun begitu susahnya mencari uang. Bahkan ada beberapa yang berkata bahwa lebih mudah untuk mencari uang di masa Corona jika dibandingkan dengan masa sekarang.
Jika mengeluh saya rasa akan sangat banyak yang bisa dikeluhkan, terutama kebijakan pemerintah yang tidak memihak berbagai kelompok masyarakat. Dari pada mengeluh kenapa kita tidak berusaha untuk belajar untuk membaca keadaan dan melihat potensi yang kita miliki dan bertanya apakah yang bisa kita lakukan dengan kondisi seperti ini.
Gambaran kondisi ekonomi
Saya tinggal di sebuah kabupaten kecil yang mungkin jika disebutkan namanya anda akan tidak mengenali dimana lokasinya. Dikarenakan tempat saya tinggal merupakan sebuah kota transit yang menghubungkan dua buah kota besar, kota saya tidak menjadi pilihan utama untuk berlibur. Mayoritas masyarakat disini bekerja pada sektor pertanian, dan pada bulan ini kami sedang dilanda dengan kemarau panjang, banyak petani yang tidak bertani, tidak ada yang ditanam maka tidak ada income yang petani miliki. Dan yang menarik petani merupakan gear terbesar dalam menggerakan roda perekonomian.
Pada tahun ini politik benar benar menentukan perputaran uang yang ada di kota saya. Banyak efesiensi terjadi di sektor pemerintahan. Tentu saja hal ini ikut mempengaruhi perputaran uang yang ada disini. Uang yang sedikit jadi makin sedikit untuk diputar. Orang-orang cenderung untuk menahan pembelian dan memprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pokok terlebih dahulu. Padahal sektor pemerintahan merupakan kelompok masyarakat yang memiliki pendapatan yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya.
Dikarenakan kondisi ini banyak anak muda yang mencari pendapatan yang lebih baik diluar kota atau bahkan diluar negri. Banyak rekan rekan saya yang memilih opsi bekerja diluar negri karena hal itu merupakan opsi yang paling rasional dengan kondisi ekonomi seperti ini. Mereka memiliki rencana untuk bekerja beberapa tahun dan menabung untuk mendapatkan modal. Dengan banyaknya modal yang dimiliki mereka ingin membuat sebuah usaha yang bisa dijadikan sebagai pendapatan utama.
Trend yang terjadi di masyarakat
Dengan banyaknya orang yang berkerja di luar negri dan menabung tentu saja akan banyak cash segar yang ingin dikonversi menjadi sebuah bisnis. Sangat berat jika seorang hidup seumur hidup dengan hanya mengandalkan tabungannya saja tanpa ada pemasukan sama sekali.
Kebanyakan pekerja luar negri yang menabung dan mendapatkan banyak modal umumnya tidak memiliki pengalaman dalam menjalankan bisnis, sehingga dalam menjalankan bisnisnya mengandalkan intuisi, tetapi intuisi dari seseorang yang belum memiliki cukup pengalaman kebanyakan salah. Mereka umumnya menyasar bisnis dengan skema B2C. Misalnya mendirikan coffee shop, mendirikan gym, atau mendirikan rumah makan.
Bisnis yang menyasar langsung dengan konsumen (B2C) memiliki karakteristik yang cukup unik. Dimana jika sebuah usaha ingin bisa berjalan dengan lancar maka akan sangat banyak aspek yang perlu diperhatikan. Misalnya apakah prodak yang ditawarkan sudah diterima oleh kelompok masyarakat tertentu, bagaimana management waste, dan bagaimana cara menghadapi ketidakpastian penjualan.
Begitupula jika anda ingin membuat usaha dengan skema B2B maka kendala pertama yang akan anda hadapi adalah modal. Bisnis B2B cenderung membutuhkan modal yang lebih banyak dikarenakan kita harus memberikan prodak yang lebih murah dibandingkan dengan kompetitor sehingga customer bisa menjual ulang prodak kita.
Pedoman
Untuk bisa menjalankan sebuah usaha dengan baik dan diterima oleh masyarakat, idenya cukup sederhana. Hal pertama yang perlu ditanyakan adalah, kenapa anda ingin mendirikan sebuah usaha? Mungkin jawabannya akan beraneka ragam. Dari yang ingin mencukupi kebutuhan pribadi hingga ingin memanfaatkan uang dingin yang dimiliki. Tetapi satu hal yang pasti semua orang ingin usaha yang dijalankan agar banyak pembeli. Untuk bisa di titik dimana pembeli mencari anda. Maka prodak anda perlu untuk memecahkan sebuah permasalahan yang ada dimasyarakat, atau minimal prodak yang anda tawarkan bisa memiliki nilai lebih dibanding dengan prodak kompetitor. Berikut merupakan beberapa hal yang bisa anda perhatikan jika ingin memulai sebuah usaha.
Cari kolam kecil yang bisa anda monopoli
Kolam merupakan sebuah istilah yang saya gunakan untuk menggambarkan segmentasi pasar yang bisa anda ambil. Kolam dapat tercipta dari sebuah permasalahan yang dihadapi oleh pangsal pasar yang anda selesaikan atau anda bisa membuat pangsal pasar sendiri. Tetapi cara termudah dalam mencari kolam adalah dengan memecahkan masalah yang sudah ada.
Permasalahan disini tidak perlu sebuah permasalahan yang rumit. Jika pertama kali mendengarkan sebuah istilah pemecahan masalah. Kemungkinan yang ada di kepala anda adalah sebuah solusi yang memecahkan permasalahan besar dimasyarakat, misalnya menemukan obat kanker. Padahal solusi tidak selalu tentang masalah yang besar. Bisa jadi merupakan sebuah cara yang lebih efektif untuk sebuah proses yang sudah ada. Saya akan ambil contoh. Misalnya diaerah anda banyak dokter yang masih menggunakan pencatatan secara manual, anda bisa membuat sebuah aplikasi untuk membantu dokter dalam memanagement kliniknya.
Untuk bisa mendirikan sebuah usaha langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah dengan mencari sebuah pangsal pasar yang kecil lalu kita mendominasi di pangsa pasar tersebut. Dengan kata lain kita harus mencari sebuah kolam yang kecil dan berharga, cukup kecil untuk kita kuasai dan cukup berharga untuk kita usahakan. Misal pangsal pasar yang anda sasar bisa anda kuasai tetapi tidak memberikan keuntungan yang berarti maka tinggal masalah waktu saja hingga anda kehabisan semua uang anda.
Follow the money
Seperti yang sudah dibahas diatas, anda sudah mengetahui bahwa kondisi ekonomi saat ini sedang melambat kebanyakan orang cenderung untuk menahan pembelian dan dialihkan untuk pemenuhan kebutuhan pokok. Lantas bagaimana cara kita tetap bisa menang dengan kondisi seperti ini?
Masyarakat memang mengalihkan pembelian mereka ke prodak prodak pokok. Kenapa kita tidak memfokuskan energi kita dan modal kita untuk mengikuti keinginan pasar yang sudah ada? Jika dibandingkan dengan membuat prodak baru yang belum tentu berhasil.
Buka toko beras jadi distributor yang bisa memberikan harga yang kompetitif jika dibandingkan dengan toko kelontong lainnya, supply beras anda ke berbagai toko kelontong yang ada disekitar rumah anda. Tidak memiliki banyak modal? Tenang modal anda kecil bukan berati, anda tidak bisa bergerak. Anda tetap bisa membuka toko kelontong dengan catatan bahwa anda tidak hanya fokus menjual beras saja. Anda memang tidak bisa menang dalam masalah harga yang kompetitif tetapi anda bisa menang dalam variasi prodak yang dijual.
Ditengah kondisi ekonomi yang melemah seperti ini. Lebih baik untuk tidak terlalu agresif dalam menjalankan bisnis, gunakan margin yang rendah tetapi rutin tabung keuntungan dan jika anda memiliki kesempatan untuk menggembangkan usaha anda, ambil. Jangan lupa untuk sisakan beberapa persen modal anda safety net yang bisa anda gunakan jika bisnis yang anda kerjakan tidak berjalan sesuai dengan harapan.
Tentukan positioning anda
Positioning dalam berbisnis berpengaruh sangat besar dalam keberlangsungan bisnis anda. Jika anda salah menafsirkannya bisnis anda bisa tidak berkembang dan kemungkinan bisnis anda bangkrut lebih besar. Dalam bisnis, positioning adalah strategi untuk menempatkan produk, jasa, atau merek di dalam benak konsumen.
Untuk bisa menentukan positioning ada perlu untuk melakukan riset pasar, anda perlu mengetahui kekurangan dan kelebihan kompetitor. Setelah itu anda perlu mengetahui kapasitas anda, dan dengan semua pengetahuan itu anda perlu untuk menempatkan diri dengan tepat. Berikut ini merupakan beberapa positioning bisnis berdasarkan konsumen akhir dari prodak yang anda jual.
- B2B (Business-to-Business)
Model bisnis B2B atau transaksi penjualan produk dan jasa yang dilakukan antara sesama perusahaan atau pelaku usaha, bukan langsung kepada konsumen akhir. Dengan kata lain jenis usaha ini menyasar pelaku usaha lain sebagai pangsal pasar utamanya. Misalnya jika anda memiliki usaha pemotongan ayam dan anda menjadi supplier di berbagai rumah makan.
- B2C (Business-to-Consumer)
Model bisnis di mana sebuah perusahaan menjual produk atau layanan secara langsung kepada konsumen akhir, Contoh dari modek bisnis ini adalah misalnya anda membuka sebuah rumah makan yang menjual ayam bakar ke konsumen secara langsung.
Dengan mengetahui positioning anda akan lebih tepat dalam menjalankan usaha. Misalnya anda mendirikan sebuah usaha distributor dan memiliki gudang yang berada jauh dari jalan utama, maka anda tidak perlu terlalu menghawatirkan sepinya gudang anda karena pusat transaksi anda adalah pengiriman yang dijalankan menggunakan truck.
Dengan memahami positioning anda adalah distributor dengan pangsal pasarnya merupakan toko-toko lain yang lebih kecil, anda bisa memfokuskan semua tenaga yang anda miliki untuk mencari pelanggan tambahan, mencari pesanan di toko lain, dan memastikan setiap barang terkirim sesuai dengan kesepakatan.
Penutup
Dengan memperhatikan beberapa pedoman yang sudah saya paparkan seperti. Mengetahui positioning, mengetahui apa yang pangsal pasar mau dan menguasai sebuah pangsal pasar kecil lalu melakukan ekspansi. Kemungkinan bisnis anda akan berkembang akan lebih besar, saya tahu bahwa dunia bisnis merupakan sebuah dunia yang sangat luas dimana sebuah pendapat tidak bisa menjadi solusi bagi seribu permasalahan. Jadi anda tidak bisa menjadikan tuilsan saya sebagai pedoman satu satunya saat menjalankan usaha. Tetapi Jika tulisan saya bisa menjadi sedikit pencerahan bagi anda saya rasa itu sudah cukup. Jika anda ada masukan silahkan hubungi saya melalui email yang sudah saya lampirkan pada homepage.
Baca juga: Kupas Buku Series: “Crossing the chasm”
